Perkenalan
Perkenalan
Malam itu dia datang larut. walau aku sudah
diberitahu via sms bahwa ia akan datang terlambat, namun tak kusadari bahwa
akan selarut pukul 1dini hari. Maka ketika ia datang ke depan kamar, harus
menunggu selama 15 menit dengan mengetuk-ngetuk kaca untuk membangunkanku yang
tertidur dengan headset di telinga. Raut mukanya sungguh kelelahan. Ku tanya
kabarnya bagaimana, dia bilang Alhamdulillah baik. jawaban yang selalu sama, pikirku. Sambil tak lupa kupeluknya erat.
Teman kamarku yang seminggu lalu telah berpamit untuk pulang ke rumah keluarga di Kota C namun kembali dengan cepat
apalagi datang di dini hari. pasti ada sesuatu.
Dia membawa hanya 1 tas punggung yang selalu ia
bawa selama kuliah dan 1 tas selempang oren dengan tulisan BALI di tengahnya.
Dia meminta maaf karena telah membangunkanku dini hari untuk membuka kamar.
Setelah sikat gigi, cuci muka, dan shalat malam, ia tidur dengan lelap seakan
lelah menelannya.
Paginya aku dan dia bangun telat, pukul 6 pagi.
Aku tahu dia tidak suka bangun pagi dan langsung melakukan aktivitas. Aku punya darah rendah, dia bilang. Jadi aku tahu
kebiasaannya untuk diam sejenak dan membaca buku sekita 30 menit baru turun
dari kasur untuk ke kamar mandi. Namun karena ini sudah pukul 6, dia langsung
menuju kamar mandi dan menunaikan tugasnya. dia cek hpnya lalu mendengus kesal
karena ternyata hp nya mati karena kehabisan baterai. Dugaanku menyebutkan dia
kesal karena alarm di hp nya tak membangunkannya. lalu dia mengisi baterai dan
jongkok sembari menunggu hpnya terisi. karena masih lama terisi dia kembali ke
kasur dan tidur. semua itu dilakukannya tanpa bercakap sepatah kata denganku.
Sudah kebiasaannya.
Saat aku tengah bersiap untuk mengambil data
penelitian, dia bangun dan langsung melihat hp nya. Lalu ada telpon yang masuk
ke hapenya setelah bercakap sebentar, aku tak tahu apa yang dibicarakan. Dia
hanya bilang “ya..ya..ya..” di beberapa kesempatan dia untuk menjawab. Setelah
teleponnya selesai dia kembali menarik selimutnya.
Comments
Post a Comment